Pemerolehan Bahasa Anak Usia 10-13 Tahun dari Game Online Mlbb: Kajian Psikolinguistik
Keywords:
Pemerolehan Bahasa, Anak Usia 10–13 Tahun, Game Online, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), PsikolinguistikAbstract
Pemerolehan bahasa merupakan aspek fundamental dalam perkembangan kognitif dan sosial anak. Anak usia 10–13 tahun yang tumbuh di era digital memiliki lingkungan bahasa yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Salah satunya melalui interaksi dalam game online seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Game ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi media komunikasi yang memengaruhi pemerolehan bahasa anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemerolehan bahasa anak melalui MLBB dalam perspektif psikolinguistik, mengidentifikasi istilah yang digunakan dalam lingkungan sekolah, serta mendeskripsikan dampak penggunaan bahasa dalam game terhadap perkembangan bahasa anak. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten dan studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui analisis percakapan anak saat bermain MLBB, penggunaan istilah dalam lingkungan sekolah, serta wawancara dengan siswa dan guru, dengan validitas data diuji melalui validitas internal, validitas eksternal, dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MLBB memperkenalkan berbagai kategori kosakata, termasuk istilah permainan (turret, buff, recall, ulti), ekspresi emosional (nice, mantap, savage), serta bahasa gaul dan slang (cok, anjir, nyampah), yang beberapa di antaranya digunakan dalam komunikasi sehari-hari di sekolah. Penelitian ini menemukan 28 istilah dalam game yang digunakan dalam percakapan di sekolah. Dampak positif MLBB meliputi peningkatan kosakata, keterampilan komunikasi, dan kepercayaan diri dalam berbicara, sementara dampak negatifnya mencakup kecenderungan penggunaan bahasa kasar, dominasi code-mixing, serta berkurangnya keterampilan berbahasa formal. Selain itu, penggunaan gadget dalam waktu lama berpotensi memengaruhi kesehatan fisik dan interaksi sosial anak. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa game online memiliki pengaruh signifikan terhadap pemerolehan bahasa anak, sehingga diperlukan pendampingan dari orang tua dan pendidik dalam mengarahkan penggunaan bahasa yang baik dan sesuai dengan konteks komunikasi yang tepat.

