Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Siswa dan Guru Sekolah Menengah Kejuruan (Kajian Pragmatik)
Keywords:
Bahasa, Pragmatik, Kesantunan BerbahasaAbstract
Kesantunan berbahasa merupakan etika dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa sebagai media tuturan, untuk mempermudah hubungan dengan meminimalkan potensi konflik dan perlawanan yang melekat dalam segala kegiatan manusia, dengan menggunakan prinsip dan strategi kesantunan dengan memperhatikan norma-norma budaya. Prinsip kesantunan didasarkan pada kaidah-kaidah yang dimaksud sebagai maksim atau pepatah berisi nasehat yang harus dipatuhi, yang terdiri dari kebijaksanaan, kedermawanan, pernghargaan, kesederhanaan, permufakatan, dan simpati. Sedangkan strategi kesantunan berbahasa merupakan bentuk tindakan dari penutur dalam mengekspresikan kesantunannya dalam bentuk bahasa, baik melalui kesantunan negatif atau kesantunan positif.
Penelitian Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Siswa dan Guru Sekolah Menengah Kejuruan (Kajian Pragmatik) menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Peneliti mengambil data penelitian berupa prinsip dan strategi kesantunan berbahasa dalam Interaksi Siswa dan Guru Sekolah Menengah Kejuruan. Sumber data yang diambil oleh peneliti yaitu Interaksi Siswa dan Guru. Proses pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti menggunakan teknik simak, teknik catat, dan teknik rekam. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar korpus data yang terdiri atas korpus data prinsip dan strategi kesantunan berbahasa.
Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini menemukan penggunaan prinsip dan strategi kesantunan berbahasa dalam interaksi siswa dan guru yang dapat dilihat dari hasil analisis dengan contoh data sebagai berikut: (1) maksim kebijaksanaan dengan konteks Mei ingin mengetik referensi namun kata yang diketik kurang jelas. Supaya tidak salah pemahaman Duro menunjukkan kata yang tepat. (2) Contoh strategi kesetiakawanan dengan konteks interaksi Tasya ke Dhea dan Ayu ke Dhea mencerminkan strategi kesetiakawanan, karena Dhea mengajukan atau menawarkan sesuatu sedangkan Tasya dan Ayu menggunakan kata sapaan untuk menunjukkan keabraban. Dari hasil penelitian ini diharapkan ada penelitian berikutnya baik penelitian yang masih berhubungan dengan penelitian ini atau mengangkat permasalah lain seperti kerja sama atau tindak tutur.

