KAJIAN PSIKOLOGIS TOKOH UTAMA PADA NOVEL KAU, AKU, DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH KARYA TERE LIYE

Authors

  • Darnik Universitas Islam Darul Ulum
  • Mustofa Universitas Islam Darul Ulum
  • Nisaul Barokati Selirowangi Universitas Islam Darul Ulum

Keywords:

ajian Psikologi, Tokoh Utama, Novel Kau, Aku, Dan Sepucuk Angpau Merah

Abstract

Kajian psikologi sastra merupakan pendekatan yang penting dalam memahami kepribadian tokoh dalam karya sastra, termasuk emosi, konflik batin, dan kebutuhan psikologisnya. Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye menyajikan tokoh utama, Borno, yang mengalami dinamika psikologis yang kompleks, terutama terkait cinta, pekerjaan, dan lingkungan sosialnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menganalisis aspek psikologis tokoh utama dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye. Fokus kajian diarahkan pada tiga hal utama, yaitu: (1) penggambaran psikologi tokoh, (2) kebutuhan psikologis tokoh berdasarkan hierarki kebutuhan Abraham Maslow, dan (3) nilai-nilai pendidikan psikologis yang terkandung dalam novel. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data utama adalah teks novel, sementara data sekundernya diperoleh dari berbagai referensi terkait teori psikologi sastra dan psikologi tokoh.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggambaran psikologi tokoh sangat menonjol melalui ekspresi emosional seperti kekhawatiran, ketakutan, kekecewaan, kecemasan, dan kebimbangan. Tokoh Borno, sebagai tokoh utama, menunjukkan dinamika psikologis yang kompleks, terutama berkaitan dengan perasaan terhadap Mei, tekanan pekerjaan, dan hubungan sosial di sekitarnya. Tokoh-tokoh lain seperti Mei, Papa Mei, dan Pak Tua juga turut mencerminkan konflik batin yang realistis dan manusiawi.

Kebutuhan psikologis tokoh dalam novel ini mencerminkan tahapan dalam hierarki kebutuhan Maslow, mulai dari kebutuhan fisiologis, rasa aman, cinta dan rasa memiliki, hingga kebutuhan akan penghargaan diri. Proses pemenuhan kebutuhan ini membentuk perjalanan psikologis tokoh dan memengaruhi perkembangan kepribadiannya.

Selain itu, novel ini sarat akan nilai-nilai pendidikan psikologis seperti keikhlasan, empati, kepedulian, kesetiaan, dan penghargaan terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut tidak disampaikan secara eksplisit, melainkan tersirat melalui tindakan, dialog, dan konflik batin para tokoh. Dengan demikian, novel ini tidak hanya menarik dari segi alur dan karakter, tetapi juga mampu menjadi media pembelajaran nilai-nilai kemanusiaan yang mendalam dan menyentuh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abrams, M. H. (dalam Minderop, A.). (2010). Psikoanalisis dalam Sastra: Menggali Karya-karya Sastra dengan Teori Psikologi Sigmund Freud. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ahmadi, A., & Uhbiyati, S. (1991). Nilai Pendidikan dan Pembentukan Karakter. Jakarta: Rineka Cipta.

Bodgan, R., & Taylor, S. (dalam Basrowi, 2008). Metode Penelitian Kualitatif.

Corey, G. (1995). Theory and practice of counseling and psychotherapy (5th ed.). Brooks/Cole Publishing Company.

Endraswara, S. (2008). Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

Endraswara, S. (2008). Psikologi sastra: Dari Freud hingga post-strukturalis. Pustaka Pelajar.

Endraswara, S. (2008). Sastra dan Pendidikan: Teori dan Aplikasi.

Freud, S. (1913). Totem and taboo: Resemblances between the mental lives of savages and neurotics. International Psycho-Analytical Press.

Freud, S. (1990). The interpretation of dreams (J. Strachey, Trans.). Basic Books. (Original work published 1900)

Freud, S. (1994). The ego and the id. W. W. Norton & Company.

Freud, S. (2000). The psychopatology of everyday life. Penguin Books.

Frondizi, R. (2007). Filosofi Nilai dan Etika. Bandung: Penerbit Nusa Media.

Jabrohim, M. (2003). Analisis Konten dalam Karya Sastra.

Jones, C. (dalam Nurgiyantoro, B.). (2010). Teori Sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Khotimah, N. (2023). Penerapan Model Pembelajaran Integratif untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(1), 45–52.

Lodge, D. (2008). The novel and the psychology of the unconscious. Oxford University Press.

Milner, M. (1992). Sigmund Freud: The man and his work. Palgrave Macmillan.

Minderop, A. (2010). Psikoanalisis Sastra: Menggali Jiwa dalam Karya Sastra. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Minderop, A. (2010). Psikologi Sastra: Karya Sastra, Metode, Teori, dan Contoh Kasus. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Moleong, L. J. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif.

Ningsih, D. (2023). Nilai karakter dalam novel Rasa karya Tere Liye: Kajian pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(2), 145–156.

Nurgiyantoro, B. (2010). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pratama, R., & Wulandari, S. (2024). Analisis nilai pendidikan karakter dalam novel Si Anak Savana karya Tere Liye. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Humaniora, 12(1), 25–36.

Ratna, N. K. (2004). Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Sastra.

Ratna, N. K. (2010). Teori dan Metode Penelitian Sastra.

Ratna, N. K. (2010). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ratna, N. K. (2012). Analisis Sastra: Teori dan Aplikasi.

Sayuti, M. (2002). Struktur dan Makna dalam Sastra. Surabaya: Pustaka Surya.

Schellenberg, J. (2008). Freud's psychology and the unconscious mind. Psychology Press.

Semi, M. (1988). Kajian Sastra Indonesia. Jakarta: Pustaka Jaya.

Stanton, R. (dalam Nurgiyantoro, B.). (2010). Pengantar Teori Sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Supratno, A. (2023). Nilai-nilai pendidikan dalam novel Indonesia kontemporer sebagai media penguatan karakter. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(1), 77–86.

Utami, R., & Fadilah, N. (2025). Nilai moral dalam karya sastra Indonesia modern dan relevansinya bagi pembelajaran. Jurnal Kajian Sastra dan Pendidikan, 15(1), 33–45.

Wellek, R., & Warren, A. (1990). Teori Kesusastraan. Terj. Melani Budianta. Jakarta: Gramedia.

Wellek, R., & Warren, A. (dalam Nurgiyantoro, B.). (2010). Teori Sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Yuliana, D. (2022). Model Integratif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, 9(2), 110–118.

Yuliani, M., & Handayani, F. (2024). Novel sebagai media pembelajaran karakter: Analisis nilai keberanian dan kejujuran dalam karya Tere Liye. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(3), 201–212.

Zafiera, F. (2008). Freud and psychoanalysis: An overview of its history and influence. New York University Press

Downloads

Published

2026-04-20

Issue

Section

Articles