FAKTOR SOSIAL YANG MEMBENTUK NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL AYAHKU (BUKAN) PEMBOHONG KARYA TERE LIYE
Keywords:
pendidikan karakter, sosiologi sastra, nilai sosialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk-bentuk pendidikan karakter dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere Liye dan (2) faktor sosial yang membentuk nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data dikumpulkan melalui teknik pembacaan mendalam terhadap teks novel dan dianalisis dengan mengkaji unsur intrinsik serta konteks sosial yang melatarbelakangi pembentukan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini memuat nilai-nilai pendidikan karakter seperti kejujuran, religiusitas, nasionalisme, integritas, kemandirian, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut ditampilkan melalui tindakan dan dialog tokoh, terutama tokoh Ayah, yang menjadi panutan dalam kehidupan sosial. Selain itu, ditemukan bahwa faktor-faktor sosial yang membentuk nilai karakter dalam novel meliputi peran keluarga (terutama figur ayah), lingkungan masyarakat (seperti sekolah dan teman sebaya), serta pendidikan formal dan nonformal. Ketiga faktor ini saling berinteraksi dalam membentuk karakter tokoh yang tangguh, jujur, dan berintegritas.
Downloads
References
Ambarwati, S., Ulfah, A., & Ihsan, B. (2025). Pembelajaran Menulis Resensi Novel Berbantuan Media Wattpad. In Conference Series (Vol. 8, Issue 3). https://jurnal.uns.ac.id/shes
Ihsan, B. (2017). ANALISIS PSIKOLOGI TOKOH DALAM KUMPULAN CERPEN MEREKA BILANG, SAYA MONYET KARYA DJENAR MAESA AYU. PENTAS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 3(2), 47–56.
Ihsan, B. (2019). PERAN PEMBELAJARAN BUDAYA LOKAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) Bisarul. MIDA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 2(2), 1–8.
Joko Sutopo, Sariban, I. (2024). MAKNA FILOSOFI DIKSI BAHASA NELAYAN : STUDI KAJIAN BUDAYA. HASTAPENA: Jurnal Bahasa, Sastra, Pendidikan Dan Humaniora, 1(1), 1–13.
Selirowangi, N. B. (2023). Application of the Think-Pair-Share Type Cooperative Model on Poetry Appreciation Learning. EDUTEC : Journal of Education And Technology, 7(1). https://doi.org/10.29062/edu.v7i1.744
Sukowati, I. (2014). Tinjauan Semiotik terhadap Makna Simbolik Relief Lalitavistara Pada Candi Borobudur. BASTRA, 1(1).
Sukowati, I. (2025). Pengembangan Bingo Berbasis Cooperative Learning untuk Pemahaman Teks Deskripsi Materi Sinonim dan Antonim. 2(1), 5–11.
Sutardi, S., & Ernaningsih, E. (2022). PROSES KREATIF MENULIS USAHA INTERPRETASI NILAI PENDIDIKAN DALAM KARYA SASTRA. PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 8(1). https://doi.org/10.52166/pentas.v8i1.3286
Syafi, Sariban, & Irmayani. (2024). Pengembangan Media Menulis Cerita Fantasi Berbasis Android dengan Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Siswa Kelas 8 di UPT SMP Negeri 2 Bangilan. HASTAPENA: Jurnal Bahasa, Sastra, Pendidikan Dan Humaniora, 1(1), 33–41.
Wahzudi, M. A., Sariban, S., & Sutardi, S. (2024). Identitas Perempuan Kota Dalam Novel “Ganjil Genap” Karya Almira Bastari: Analisis Feminisme. Listra: Jurnal Linguistik Dan Sastra Terapan, 1(2), 58–63. https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/LISTRA/article/view/9194

