PELATIHAN PEMBUATAN NATA DE SIWALAN SEBAGAI DIVERSIFIKASI PRODUK PANGAN LOKAL
Keywords:
Siwalan, Nata de Siwalan, Produk PanganAbstract
Siwalan (Borassus flabellifer) merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang banyak tumbuh di wilayah pesisir dan pedesaan, khususnya di daerah beriklim kering. Buah ini berpotensi sebagai diversifikasi sumber bahan pangan alternatif, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konseumsi segar dan belum optimal. Salah satu potensi diversifikasi yang dapat dikembangkan dari buah siwalan adalah Nata de Siwalan. Nata de Siwalan merupakan produk fermentasi yang berasal dari sari atau air siwalan dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai teknik pembuatan Nata de Siwalan yang benar, higienis, serta membuka peluang pengembangan usaha rumah tangga dan UMKM. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu persiapan, sosialisasi kegiatan, penyampaian materi, demonstrasi pembuatan Nata de Siwalan, praktik peserta, serta diskusi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta pelatihan dapat mempraktikkan pembuatan Nata de Siwalan dengan baik. Proses fermentasi air sari siwalan berhasil dilakukan dan membentuk struktur lembar benang-benang selulosa padat berwarna putih atau transparan yang disebut sebagai nata. Tingginya antusiasme peserta, keberhasilan fermentasi, dan ketertarikan untuk menjadikan Nata de Siwalan sebagai usaha rumah tangga menunjukkan bahwa program ini relevan dan berkelanjutan.
Downloads
References
Apriliyanti, E. T., & Asri, M. T. (2021). Kualitas Nata De Siwalan dengan Penambahan Berbagai Konsentrasi Pengawet Ekstrak Kunyit (Curcuma longa). LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi, 9(1), 58–66.
Inayah, A. N., Rukmelia, R., Haryono, I., Padapi, A., & Fitriani, F. (2024). Diversifikasi produk pangan lokal dalam menunjang ketahanan pangan nasional (pembuatan brownies tepung ubi jalar). Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka, 3(6), 188–210.
Pangerang, F., Christyanti, R. D., & Muazansyah, I. (2022). Pelatihan Pembuatan Kecap dan Nata de Coco Dari Limbah Air Kelapa di Desa Gunung Putih. Jurnal Benuanta, 1(1), 18–24.
Pudja I. A, R., Nada, I. M., Wijaya, Madrini, B., & Puspawati. (2011). Pengembangan Usaha Pengolahan Siwalan (Borassus flabellifer) menjadi Sirup dan Nata di Kubu Karangasem. Udayana Mengabdi, 10(1), 34–40.
Rahmawati, I., Herawati, E., Utami, B., Sulistyowati, T. I., Primandiri, P. R., Sulistiono, Santoso, A. M., Budiretanani, D. A., Annafinurika, M., Nabila, M. A. S., Fahriza, M. R., Rahmatullah, M. F. P., Insani, G. T., & Wati, D. R. (2024). Pelatihan Pembuatan Nata de Coco sebagai Bentuk Penerapan Biopreneur bagi Siswa SMA Kota Kediri. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Dan Sains, 1(2), 8–13.
Nadiyah, I. R. & Farida, E. (2022). Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Sifat Fisik, Organoleptik, Total Gula, dan Serat Kasar Nata De Siwalan. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 2(2), 178–185.
Hartono, Hartati, Suryani, A. I., Hala, Y., & Karim, H. (2024). Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Bantaeng melalui Pelatihan Pembuatan Nata de Coco. Ininnawa: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 50–56.
Sumriyah, Ikhwan M., Wahyuliana, I., Dewa, A. W., & Rohadi, S. (2024). Pemberdayaan UMKM Berbahan Dasar Siwalan dalam Menghadapi Era Digitalisasi. Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat, 2(4), 155-161.
