PENANGANAN DISPARITAS DATA STUNTING MELALUI OPTIMALISASI EKOSISTEM APLIKASI "SiCantik" DI KABUPATEN GORONTALO UTARA

Authors

  • Yusri K. Mamu

Keywords:

Stunting, Data Disparity, SiCantik Application

Abstract

Kertas kebijakan ini menyoroti disparitas tajam antara data prevalensi stunting Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 sebesar 30,5% dengan data pencatatan rutin e-PPGBM tahun 2024 yang hanya 12,06% di Kabupaten Gorontalo Utara. Melalui metode Root Cause Analysis (RCA), ditemukan bahwa akar masalah bersumber pada rendahnya kapasitas teknis kader (SDM), sarana alat ukur yang tidak terstandarisasi/terkalibrasi akibat kendala anggaran desa, dan lemahnya pengawasan real-time oleh petugas kesehatan. Meskipun Pemerintah Kabupaten telah menerbitkan Perbup No. 8 Tahun 2023 tentang Sistem Informasi Cegah Stunting (Aplikasi SiCantik), aplikasi ini belum mampu menyelesaikan masalah kualitas data dari hulu. Berdasarkan Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA), kertas kebijakan ini merekomendasikan Kebijakan Integrasi: penambahan fitur Smart Validation pada SiCantik, pengalihan metode pelatihan kader menjadi On-the-Job Training (OJT) berbasis risiko sasaran, dan penerbitan Instruksi Bupati terkait mandatori Dana Desa untuk alat antropometri. Penyusunan kertas kebijakan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tiga metode utama: 1. Root Cause Analysis (RCA): Digunakan untuk mendeduksi isu utama menjadi masalah, penyebab (Level 1-3), hingga menemukan Problem Statement atau akar masalah terdalam. 2. Kajian Literatur dan Kebijakan: Menganalisis regulasi nasional (Perpres 72/2021, Permenkes 2/2020) dan kebijakan lokal (Perbup Gorontalo Utara 8/2023) disandingkan dengan teori manajemen data untuk menemukan gap kebijakan. 3. Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA): Digunakan pada Bab III untuk menilai secara objektif alternatif kebijakan berdasarkan kriteria efektivitas, efisiensi anggaran, kelayakan teknis, dan dukungan regulasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amanina, A., Husna, H., Nurhalimah, Z. M., Nuraini, R., Herdianti, R., & Inayah, S. U. (2024). Makalah epidemiologi stunting. Program Studi Gizi, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Belton, V., & Stewart, T. J. (2002). Multiple criteria decision analysis: An integrated approach. Springer Science & Business Media.

Dodgson, J., Spackman, M., Pearman, A., & Phillips, L. (2009). Multi-criteria analysis: A manual. Department for Communities and Local Government.

Dunn, W. N. (2015). Public policy analysis: An introduction (5th ed.). Pearson Education.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara. (2023). Peraturan Bupati Gorontalo Utara Nomor 8 Tahun 2023 tentang Sistem Informasi Cegah Stunting. Bagian Hukum Setda.

Pemerintah Pusat Republik Indonesia. (2021). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Lembaran Negara RI Tahun 2021 Nomor 172.

Sumiyati, S. (2022). Berat bayi lahir rendah dan ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita. Jurnal Riset Kebidanan Indonesia, 6(1), 1-5 . https://doi.org/10.32536/jrki.v6i1.204

Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gorontalo Utara. (2024). Laporan pelaksanaan percepatan penurunan stunting semester 2 tahun 2024. Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara.

Downloads

Published

2026-02-02

How to Cite

K. Mamu, Y. (2026). PENANGANAN DISPARITAS DATA STUNTING MELALUI OPTIMALISASI EKOSISTEM APLIKASI "SiCantik" DI KABUPATEN GORONTALO UTARA. Madani: Jurnal Politik Dan Sosial Kemasyarakatan, 18(1), 1–16. Retrieved from https://ejournal.unisda.ac.id/index.php/MADANI/article/view/12528