Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi “Merariq” (Studi Kasus Masyarakat Suku Sasak Pagutan Timur Mataram)
Keywords:
Tradisi Merariq, Pendidikan Islam, Budaya LokalAbstract
Tradisi merariq pada masyarakat Suku Sasak merupakan praktik pernikahan adat yang masih dilestarikan dan berkaitan erat dengan nilai sosial dan religius. Penelitian sebelumnya cenderung meninjau merariq dari perspektif antropologi budaya dan hukum adat, sementara kajian yang mengkaji sebagai media internalisasi nilai pendidikan Islam masih terbatas, khususnya di Lingkungan Petemon Pagutan Timur, Kota Mataram. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi merariq serta menjelaskan proses internalisasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif jenis field research, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana serta diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merariq mengandung nilai tanggung jawab, musyawarah, religiusitas, syukur, dan akhlak yang terinternalisasi melalui tahapan adat hingga doa bersama. Tradisi ini berfungsi sebagai media pendidikan karakter religius berbasis budaya lokal.
Downloads
References
Akifah, Najla, dan Febri Fauzia Adami. “Akhlak, moral dan etika perspektif islam.” Jurnal At-Tazakki 9, no. 1 (2025): 27–40. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.47006/attazakki.v9i1.23975.
Ardian. “Nilai-nilai pendidikan Islam pada Adat Pernikahan di Desa Tembalae Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu.” UIN Alauddin Makasar, 2021.
Badan Pusat Statistik. Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik, 2010.
Cherieshta, Jocelyn, Audrey Bilbina Putri, dan Rasji. “Penguraian Konsep Tanggung Jawab dalam Filsafat Hukum: Dari Dumensi Individu ke Masyarakat.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 10, no. 4 (2024): 570–74. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.11108929 p-ISSN:
Enghariano, Desri Ari. “Syukur dalam Perspektif Al-Qur’an.” Jurnal El-Qanuny 5, no. 2 (2019): 270–83.
Ferdiyansyah, Daeng Sani. “Akulturasi Budaya Islam dalam Tradisi Merariq Masyarakat Suku Sasak, Lombok Timur, NTB.” Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan 12, no. 1 (2019): 17–46. https://doi.org/10.35905/kur.v12i1.775.
Gagahriyanto, Muhammad Anjar. “Literature Review : Konsep Religiusitas Dan Spiritualitas Dalam Penelitian Psikologi di Indonesia.” Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 1, no. 4 (2023): 352–58. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.7964628.
Hazim, Hazim, Rizka Ardilah, Julyana Dwikustanti Asriningputri, dan Galuh Syahrial. “Merawat Kearifan Lokal : Studi Kasus Masyarakat Samin Bojonegoro.” Jurnal Adat dan Budaya 5, no. 2 (2023): 81–91.
Hidayat, Rafi, dan Laily Fu. “Islam dan Kearifan Lokal : Pelestarian Tradisi Grebeg Besar Demak Sebagai Wujud Identitas Lokal.” Jurnal Adat dan Budaya 7, no. 2 (2025): 212–20. https://doi.org/https://doi.org/10.23887/jabi.v7i2.95229.
Kusuma, Kilan Agisna, dan Mira Mareta. “Tradisi Merariq: Eksplorasi Tentang Prosesi dan Nilai-nilai Konseling Perkawinan Pada Suku Sasak Lombok.” Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam 06, no. 01 (2024): 74–86. https://doi.org/https://doi.org/10.32332/jbpi.v6i1.9029.
Mansub. “Nilai Religius dalam Tradisi Merariq.” Mataram: Wawancara, 2026.
Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, dan Johnny Saldaña. Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook. Third Edit. SAGE Publications, 2014.
Mubarok, Ahmad Agis. “Musyawarah dalam Perspektif Al- Qur’an (Analisis Tafsir Al-Maragi, Al-Baghawi, dan Ibnu Katsir).” Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 4, no. 2 (2019): 147–60. https://doi.org/10.24090/maghza.v4i2.3550.
Nurholis, Egi, Agus Budiman, dan Jeni Danurahman. “Revitalisasi Pancasila Sebagai Upaya Memupuk Pemahaman Multikultural Bagi Mahasiswa Universitas Galuh.” Jurnal Artefak 9, no. 2 (2022): 149–56.
Saputra, Ilham, Izatun Zamzamia, dan Didik Tri Setiyoko. “Keragaman Budaya sebagai Identitas Bangsa Studi Multikultural di Indonesia.” Jurnal Pendidikan Tambusai 9, no. 3 (2025): 30778–86. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jptam.v9i3.32143.
Sejati. “Nilai Musyawarah dalam Tradisi Merariq.” Mataram: Wawancara, 2026.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. 25 ed. Alfabeta, 2017.
Sumar. “Nilai Tanggung Jawab dalam Tradisi Merariq.” Mataram: Wawancara, 2026.
Suprianto. “Nilai Silaturrahmi dalam Tradisi Merariq.” Mataram: Wawancara, 2026.
Titarani, Rahma Dhiya, Sharma Ayu Setyaningsih, Rahma Kamila, Universitas Lambung Mangkurat, dan Edisi Juli-desember. “Konsep silaturahmi sebagai bentuk persatuan dalam bangsa indonesia.” Islamologi: Jurnal Ilmiah Keagamaan 1, no. 2 (2024): 1–10.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




