Perilaku Sintaksis Predikat Verba Bahasa Dayak Agabag
DOI:
https://doi.org/10.52166/kata.v12i1.12898Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku sintaksis predikat verba dalam bahasa Dayak Agabag. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh dari tuturan lisan penutur asli melalui teknik cakap, sadap, dan catat, serta didukung oleh data buatan berdasarkan intuisi kebahasaan peneliti. Analisis data dilakukan dengan metode distribusional untuk mengidentifikasi fungsi sintaktis dan relasi antarunsur dalam struktur klausa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa verba dalam bahasa Dayak Agabag terbagi menjadi tiga jenis utama, yaitu verba transitif, verba dwitransitif, dan verba intransitif. Verba transitif, khususnya ekatransitif, memerlukan dua argumen inti berupa subjek dan objek, serta dapat mengalami proses pemasifan yang menyebabkan perubahan fungsi argumen, seperti subjek aktif menjadi oblik dalam konstruksi pasif. Verba dwitransitif memiliki tiga argumen, yaitu subjek, objek langsung, dan objek tidak langsung, di mana dalam konstruksi pasif objek tidak langsung dapat mengalami kenaikan fungsi menjadi objek langsung. Sementara itu, verba intransitif hanya memerlukan satu argumen inti berupa subjek dan tidak membutuhkan objek, meskipun dapat disertai adjung yang bersifat opsional.
Downloads
References
Adawiyah, R., Lukman, L., & Muslim, B. (2023). Syntactic Behavior Of Verbs In Bima Language. Indonesian Journal Of Efl And Linguistics, 113–122.
Arka, I. W. (2017). The Core-Oblique Distinction in Some Austronesian Languages of Indonesia and Beyond. Linguistik Indonesia, 35(2), 101–144.
Artawa, K., & Purnawati, K. W. (2020). Pemarkahan Diatesis Bahasa Indonesia: Kajian Tipologi Linguistik (Diathesis Markings in Indonesian: A Linguistic Typological Study). Mozaik, 20(1), 26–38.
Assadollahi, R., & Rockstroh, B. S. (2008). Representation of the verb’s argument-structure in the human brain. BMC Neuroscience, 9(1), 69.
Babiniotis, G. (2022). Towards a Linguistic Theory of Specification Based on A Verb Grammar. Linguistics, 10(3), 176–180.
Creswell, J. W. (2010). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fathonah, S., & Romadhan, A. D. (2021). Active and passive voice in Bulungan Language. Rainbow : Journal of Literature, Linguistics and Culture Studies, 10(2), 96–105. https://doi.org/10.15294/rainbow.v10i2.48647
Harahap, A. L. (2019). Kesubjekan Dalam Bahasa Batak Angkola: Ancangan Tipologi. Red: Revolution of English Department Journal, 3(2).
Indrawati, N. L. K. M., & Puspani, I. A. M. (2022). The Syntactic Behaviour Of The Second Verb (V2) In Balinese Serial Verbs. Linguistik Indonesia, 40(2), 305–314.
Kosmas, J; Arka, I. W. (2007). Masalah Ralasi Gramatikal Bahasa Rongga: Sebuah Kajian Awal. Jurnal Ilmiah Masyarakat Linguistik Indonesia, 25, 107--120.
Kumalasari, R., Fathonah, S., & Romadhan, A. D. (2025). Analytic Causative Construction of Massenrempulu Language in Duri Dialect: A Lexical Functional Grammar Approach. Celtic : A Journal of Culture, English Language Teaching, Literature and Linguistics, 12(1), 623–636. https://doi.org/10.22219/celtic.v12i1.40708
Mahsun, M. (2017). Metode Penelitian Bahasa. Tahapan, Strategi, Metode, dan Tekniknya. Rajawali Press.
Pujiyani, N. P. A., Beratha, N. L. S., Sudipa, I. N., & Sukarini, N. W. (2023). Argument Structure and Semantic Role Analysis of English Speech Act Verb Order. International Journal of Linguistics, Literature and Culture, 10(3), 58–64.
Putri, D. L., & Subiyanto, A. (2023). Konstruksi Verba Serial Direksional pada Bahasa Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 6(2), 413–424.
Rahmawati, K. E. (2022). The Construction of Passive Verbs in Central and Banyumas Javanese: A Study of Typology. Journal of English Development, 2(01), 1–9.
Romadhan, A. D. (2021). Kesubjekan Bahasa Dayak Kenyah Lepo’Tau. International Seminar on Austronesian Languages and Literature, 9(1), 17–21.
Romadhan, A. D. (2022). Subjek dan Oblik Bahasa Tidung. Cakrawala Linguista, 5(2), 70–78.
Romadhan, A. D. (2024). Negation Form in Tidung Language. Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature, 4(001), 639–648.
Romadhan, A. D., Hakim, L., Selia, A. K. W., Ekasani, K. A., Wuarlela, M., Hiariej, C., Janggo, W. O., Kami, P., Raja, F. D., & Susanti, R. (2023). Pengantar Linguistik Umum. CV. Intelektual Manifes Media.
Romadhan, A. D., & Sari, R. K. (2021). Subjecthood In Punan Tebunyau Language: Kesubjekan Bahasa Punan Tebunyau. Jurnal Kata: Vol, 5(2), 225.
Selia, A. K. W., & Romadhan, A. D. (2023). Subjecthood in Banjarnese. Indonesian Journal of EFL and Linguistics, 8(2), 263–277. https://doi.org/10.21462/ijefl.v8i2.682
Selia, A. K. W., & Romadhan, A. D. (2024). Verb-Verb Construction in Bugis Language: A Linguistic Typology Approach. Jurnal Arbitrer, 11(4), 535–546.
Sudaryanto. (2018). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistis. Duta Wacana University Press.
Wechsler, S., & Arka, I. W. (1998). Syntactic Ergativity in Balinese: An Argument Structure Based Theory. Natural Language & Linguistic Theory, 16(2), 387–442.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDU-KATA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

