REPRESENTASI CITRA KEBUDAYAAN LINGKUNGAN MADURA DALAM KUMPULAN PUISI SANGKOLAN MATA CELURIT MATA SABIT KARYA ROZ EKKI
DOI:
https://doi.org/10.52166/pentas.v12i1.12592Kata Kunci:
citra kebudayaan lingkungan, puisi, kajian budayaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi citra kebudayaan dalam kumpulan puisi Sangkolan Mata Celurit Mata Sabit karya Roz Ekki dengan menggunakan perspektif kajian budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata, larik, dan bait dalam kumpulan puisi yang mengandung citra kebudayaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi dengan cara membaca, mencatat, dan mengklasifikasikan bagian-bagian teks yang berkaitan dengan citra kebudayaan lingkungan. Analisis data dilakukan dengan menafsirkan simbol, citraan, serta diksi yang merepresentasikan hubungan masyarakat Madura dengan alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra kebudayaan lingkungan tergambar melalui simbol alam seperti ladang, tcnah, laut, angin pesisir, serta aktivitas bertani dan melaut yang menunjukkan kedekatan masyarakat Madura dengan citra alam Dengan demikian, kumpulan puisi ini tidak hanya menjadi karya estetis, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya masyarakat Madura serta hubungan manusia dengan lingkungan yang membentuk kehidupan mereka.
Unduhan
Referensi
Dia, E. E., & Ramadhani, A. A. (2023). Medan Makna Dalam Sajak Cinta Karya Mustofa Bisri Pada Akun Instagram @Napas_Sastra. Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10(4), 77. Https://Doi.Org/10.32682/Sastranesia.V10i4.2844
Gu, M. R. B., Dopo, F., & Wara, S. R. I. (2022). Analisis Minat Siswa Terhadap Lagu Daerah Bajawa Ngada Pada Siswa Kelas Viii Di Smp Citra Bakti. Jurnal Citra Pendidikan, 2(1), 119–129. Https://Doi.Org/10.38048/Jcp.V2i1.389
Hani’ah, Mohamad, B., & Ikhwan, W. K. (2024). An Ethnolinguistic Study Of The Historical-Philosophical Value Of The Cultural Art Of Madura Kris. Multidisciplinary Science Journal, 6(9), 2024161. Https://Doi.Org/10.31893/Multiscience.2024161
Kumaidi. (2022). Analisis Struktur Dalam Kumpulan Puisi D. Zawawi Impron Yang Berjudul Madura Akulah Darahmu. El-Fata: Jurnal Ilmu Tarbiyah, 2(02), 53–71. Https://Doi.Org/10.36420/Eft.V2i02.154
Muslim, A. (2019). Curhat Di Balik Laci: Ekspresi Literasi Siswa Di Madrasah Aliyah Pesri Kendari. Al-Qalam, 25(1), 211. Https://Doi.Org/10.31969/Alq.V25i1.728
Raditya, A. (2022). Ojhung Di Atas Bukit: Budaya Magis Orang Madura Utara. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(1), 1–20. Https://Doi.Org/10.19105/Ghancaran.V4i1.6099
Rahman, S. (2022). Representasi Pariwisata Budaya Madura Dalam Puisi Sastrawan Madura Dan Relevansinya Sebagai Materi Pembelajaran Sastra Di Era Merdeka Belajar. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 169–180. Https://Doi.Org/10.19105/Ghancaran.Vi.7561
Ramadhan, Z. F., Juanda, J., & Aj, A. A. (2023). Narasi Ekologi Bahari Dalam Pemanggil Kematian Karya Jemmy Piran: Kajian Ekokritik Buell. Suluk: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Budaya, 5(1), 40–62. Https://Doi.Org/10.15642/Suluk.2023.5.1.40-62
Rasudin, N. (2022). Kearifan Lokal Di Kabupaten Kepulauan Meranti. Jurnal Ilmu Hukum, 11(1), 147. Https://Doi.Org/10.30652/Jih.V11i1.8252
Saputra, R., Hasanah, N., Kamaludin, Azis, M., Putra, M. A., & Armayadi, Y. (2024). Peran Seni Dalam Mempertahankan Identitas Budaya Lokal Di Era Modern. Besaung : Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 9(2), 183–195. Https://Doi.Org/10.36982/Jsdb.V9i2.4044
Setiawan, K. Eko Putro, Wahyuningsih, W., & Kasimbara, D. C. (2021). Makna Simbol-Simbol Dalam Kumpulan Puisi Mata Air Di Karang Rindu Karya Tjahjono Widarmanto. Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pengajarannya, 2(2), 39–64. Https://Doi.Org/10.22515/Tabasa.V2i2.3943
Silalahi, M., Simbolon, W., & Simbolon, K. (2022). Exploring The Evolution Of Indonesian Poetry: A Comparative Analysis Of Classical And Contemporary Expressions. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Humaniora, 11(3), 170–187. Https://Doi.Org/10.35335/Jiph.V11i3.22
Sukiman, Dermawan, T., & Sulistyorini, D. (2023). Dekonstruksi Budaya Dalam Puisi Rakyat Sumbawa. Kembara Journal Of Scientific Language Literature And Teaching, 9(1), 103–111. Https://Doi.Org/10.22219/Kembara.V9i1.23639
Wibowo, E. (2018). Simbol Budaya Lampung Dalam Kitab Cerpen Perempuan Di Rumah Panggung Karya Isbedy Stiawan Z.S.: Kajian Semiotika. Sirok Bastra, 5(2). Https://Doi.Org/10.37671/Sb.V5i2.105
Widijanto Dan Sumarlam, T. (2017). Piranti Bahasa Dan Mistisime Jawa Dalam Kumpulan Puisi Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 5(2), 7. Https://Doi.Org/10.26499/Jentera.V5i2.363
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with PENTAS agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the Engagement right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in PENTAS .
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in PENTAS .
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







